kau tahu, waktu itu...
Aku tengah belajar bahasa indonesia di kelas. Seperti biasa, aku selalu mengeluh dan bermalas-malasan ketika ada pelajaran bahasa di kelas, pelajaran bahasa sunda, inggris maupun bahasa indonesia. Ketika pelajaran bahasa kegiatanku hanya coret-coret di halaman belakang buku atau tertidur yang akhirnya selalu kena jewer guru, hehe.
Disitulah aku melihatmu, kau menabrak jendela kelas, haha. lucunya kamu. Aku sempat kaget, karena baru pertama kali ini aku melihat peri yang terbang kesana-kemari. Lalu kamu pun masuk ke sela-sela jendela. haha, sayapmu malah terjepit jendela. aku menolongmu waktu itu __meskipun agak sedikit takut__.
Kau tampak kesakitan, juga tampak kelelahan. mungkin kamu telah menempuh perjalanan yang jauh.
"Hei!" sentakmu. " terima kasih telah menolongku! hehe. Perkenalkan, namaku Blublu. kamu siapa?"
"aku Riza" jawabku agak ketakutan+ keheranan "emm, kamu makhluk apa yaa?"
"aku peri,"
"kamu dari mana? kok bisa ada disini?"
"emm, yaa za, aku berasal dari Vagania, kamu gatau yah? hehe... Tempat itu terletak di sebelah Selatan Texas, kamu ga bakal bisa liat kota asalku, yaa bisa dibilang kota asalku itu 'gaib'. aku bisa masuk ke dunia manusia karena ditugasin sama Prof. Azzept buat meneliti dunia manusia. Meskipun agak terpaksa, akhirnya aku bersama ilmuwan lainnya pergi ke dunia manusia." katamu dengan raut yang menyedihkan.
"aku ilmuwan Vagania, tapi wajahku tampak lebih dungu untuk menjadi seorang ilmuwan ya?" lanjutmu.
"haha... lucu juga kamu. jadi sudah berapa lama kamu di dunia manusia?" tanyaku.
"kira-kira... 1abad, hehe"
"haah??" aku tercengang.
"iya, hehe.setelah aku teliti tentang waktu, 1 abad di dunia itu sama dengan 4 tahun di Vagania. Waktu aku baru datang ke dunia ini, aku seperti bayi yang tidak tahu apa-apa. Jadi aku terus belajar dan belajar tentang dunia ini bersama ilmuwan lain. Dari mulai bahasa, budaya, tempat, waktu, pokoknya semuanya deeh"
"tempat? kamu udah pernah ke Perancis ga?" tanyaku penasaran.
"Perancis? yayaya, aku pernah tinggal beberapa tahun disana. Memangnya kenapa?"
"iyaa, sebenarnya aku ingin sekali kesana, apalagi ke menara eiffel. ya, eiffel. Tempat dimana aku bisa memandang kota fashion itu. Menara yang menjulang tinggi. Kota yang gemerlap. Kehidupan yang tak pernah membosankan. Jalan raya yang selalu dihuni dan dilewati ribuan mobil tanpa ada polisi gadungan. Tapi aku tak yakin akan sampai kesana. Aku terlalu bodoh untuk itu"
"ouh, tapi aku yakin kok kamu bakal kesana. asal kamu mau berusaha dan jangan kandaskan niat kamu buat pergi ke perancis... eh ngomong-ngomong, aku ada dimana ya sekarang?"
"oh iya hampir lupa, kamu sekarang lagi ada di pesantren Darul Arqam, dan disinilah aku menggali ilmu, yaa sekarang aku udah menginjak kelas 9 putra"
"Pesantren? apa itu? aku baru pertama kali ini mendengarnya. kok ada 'putra' nya za?" kamu tanya penuh penasaran.
"kamu tahu kan sekolah? iya sama aja. Cuman bedanya pesantren itu ditambah sama mempelajari ilmu agamanya juga. terus iyaa, soalnya disini itu dipisah antara putra sama putri, yaa meskipun agak hambar tapi ramee kok!" jawabku penuh semangat. "Lagian disini itu terjaga, jadi ga ada yang namanya jalan bareng, nge.date, apalagi yang lebih-lebih dari itu, tapi bukannya ga ada sih, tapi 'jarang', hehe". ujarku. rautmu agak bingung, sepertinya kamu tidak terlalu mengerti.
"aiih, kalo dibilang jarang, berarti ada dong yang jalan yang kayak gituan?" tanyamu lagi.
"yaaa gitu deh. ga semua orang itu suci dan bener, ada juga yang 'gitu', meskipun DA udah menerapkan peraturan yang ketat, peraturan itu ga bisa membentengi mereka buat berlaku kayak gitu," ujarku.
"haha, beruntung dong kamu ga kayak mereka" katamu sambil mengepak-ngepakkan sayap hijaumu yang berkilau.
Dan perbincangan kita terus berlanjut, tentang Vagania yang gaib itu maupun tentang duniaku yang membosankan ini.
__bersambung__

boleh2
BalasHapusheheee boleh2 lucu
BalasHapusLirik Lagu Harusnya Kau Pilih Aku – Terry
BalasHapuskekasihmu tak mencintai dirimu sepenuh hati
dia selalu pergi meninggalkan kau sendiri
mengapa kau mempertahankan cinta pedih menyakitkan
kau masih saja membutuhkan dia, membutuhkan dia
kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku
kau tak pantas tuk disakiti
kau pantas tuk dicintai
bodohnya dia yang meninggalkanmu (meninggalkanmu)
demi cinta yang tak pasti ooow
kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku
kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
tinggalkan dia, lupakan dia, datanglah kepadaku
kau harusnya memilih aku
yang lebih mampu menyayangimu, berada di sampingmu
kau harusnya memilih aku
ini?